
bahagia bisa berkumpul dengan yg lain
17 Oktober 2007
Apa definisi kebahagiaan bagi Anda? Ayah saya mengatakan, salah satu kebahagiaan adalah ketika kami sekeluarga berkumpul di sebuah suasana yang santai, segar, sejuk, dan makan bersama. Kalo saya mendefinisikan kebahagiaan adalah ketika bisa melihat orang lain tersenyum setelah mendapatkan kesulitan, kesempitan, dan ternyata Allah SWT memilih saya sebagai jalan untuk melepaskan orang tersebut dari kesulitan, kesempitan yang sedang dirasakan.
Waktu becak masih banyak beroperasi di Jakarta, sering sekali ayah saya mengomentari tidurnya seorang tukang becak yang sangat lelap diatas becaknya.Ayah saya melihat, tukang becak ini sangat pulasnya tidur diatas becak disiang hari bolong dibawah pohon rindang. Bahkan lalu lalang kendaraan pun tidak membuat tukang becak inipun terjaga dari tidur siangnnya. Di lain pihak ayah saya merasakan sulitnya mendapatkan suasana tidur seperti tukang becak tersebut.
Kenapa hal ini coba saya ulas kembali, karena saat ini saya melihat di negeri ini sulir sekali mendapatkan kebahagiaan, dengan begitu banyak keindahan alam yang dikaruniakan Allah SWT di Indonesia, namun kita masih kesusahan untuk mendapatkan kebahagiaan.
Kita juga sering berfikir, betapa enaknya menjadi orang lain. Ambil saja satu contoh, berapa banyak orang yang menginginkan dirinya menjadi seorang presiden karena melihat banyaknya kemudahan yang diperoleh dari seorang presiden. Dimanapun presiden lewat, jarang sekali terjebak dalam kemacetan, dihormati banyak orang, bisa pergi kemana – mana, dan seabrek kemudahan lainnya yang diterima seorang presiden. Padahal jika kita mengetahui bagaimana persaan Presiden SBY yang sebenarnya, apakah beliau memilih menjadi presiden, ataukan menjadi seorang yang bukan presiden ?
Atau kita juga pernah beranggapan betapa enaknya jadi seorang artis sinetron atau film, dan sederet impian lainnya, namun jarang sekali kita bisa mengambil konsep kebahagiaan dari dalam diri kita. Padahal bernafasnya kita adalah sebuah kebahagian tersendiri yang kita peroleh, bila dibandingkan dengan orang-orang yang disaat yang sama sedang dipasang selang dihidungnya untuk alat bantu pernapasan. Nampaknya kita akan lebih bisa merasa bahagia dibanding dengan orang yang saat ini sedang berbaring dirumah sakit.
Rekan-rekan yang berbahagia, marilah kita memunculkan kebahagian dalam diri kita, karena kebahagiaan itu bersifat unik. Tidak bisa disamakan bahagianya orang yang biasa makan tempe dengan orang yang biasa makan daging. Nah, mudah-mudahan kita semua bisa mengambil kebahagiaan setiap saat. Hidup jadi lebih indah dengan kebahagiaan setiap saat.
Wallahu alam bishawab
Saya Rizki Aminullah, wassalamu alaikum warahamtullahi wabarakatuh
Bandung, 22 Desember 2007
Ditulis oleh dbicengkareng